Suatu Penguatan untuk Mereka yang Berduka atau Bersedih Hati

Pixabay License

John Flavel (1627-1691)

„Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak“
(Mazmur 39:10).

Jika engkau mampu menanggung penderitaan dengan penguasaan diri maka engkau akan lebih melihat Tuhan dalam proses penderitaan itu dan bukan pada penyebabnya atau keadaan di sekitarnya.

Pikirkanlah tentang tangan Tuhan dalam penderitaanmu; khususnya:

(1.)   Sebagai tangan yang berkuasa, di mana Dia berhak menghilangkan kenyamananmu tanpa seijin atau persetujuanmu.

(2.)   Sebagai tangan Bapa yang mendidikmu dalam kasih dan kesetiaan.

„Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi“ (Amsal 3:12).

(3.)   Jika engkau dapat melihat penderitaan ini seperti ‚alat pancing‘ ditangan Tuhan, sebagai kelanjutan dari kasih-Nya dan dimaksudkan untuk kebaikanmu yang abadi, betapa engkau harus menerimanya dengan sepenuh hati/tunduk.
Dan jika penderitaan ini semakin menarik hatimu untuk lebih dekat kepada Tuhan dan mempermalukan dunia maka ini adalah ‚alat pancing‘ di tangan kasih-Nya yang khusus.
Jika penderitaanmu berakhir dalam kasihmu kepada Tuhan maka janganlah ragu bahwa penderitaan ini datang dari kasih-Nya bagimu.

(4.)   Sebagai tangan yang adil dan benar.  Tuhan adalah adil untuk hal apapun yang menimpamu. Apa saja yang Ia kerjakan tidak ada yang salah.

(5.)  Sebagai tangan yang berbelas kasihan. Tuhan tidak menghukummu lebih berat dari yang seharusnya. Dia yang mengijinkan penderitaan terjadi padamu, mungkin saja dapat melemparkanmu ke neraka. Namun inilah kasih-Nya yaitu bahwa kita tidak dihukum oleh-Nya.

„Apakah kita menerima yang baik dari Tuhan, tetapi tidak mau yang buruk?“
(Ayub 2:10).

  • Penderitaan adalah seperti sebutir pil pahit yang mungkin saja dapat ditelan dengan mudah.
  • Namun ke-engganan untuk mengunyahnya dapat memahitkan jiwa.
  • Ada banyak orang menuju ke neraka dalam kereta kesenangan duniawi.
  • Sebaliknya, ada banyak orang yang dihajar untuk dibawa ke sorga lewat ‚alat pancing‘ penderitaan.

——o——-

© GraceGems & John Flavel (1627-91), A Token for Mourners

 

Über Jesaja 66:2

Kelompok Kristen Berbahasa Jerman di Indonesia dan di tempat-tempat yang lain
Dieser Beitrag wurde unter Bahasa Indonesia, Christsein & Verfolgung, Leid abgelegt und mit , , , verschlagwortet. Setze ein Lesezeichen auf den Permalink.