Penuhilah Pikiranmu Dengan Pikiran-pikiran Tentang Kristus

Pixabay License

Tim Kecil

Pendeta Tim Conway telah menjelaskan alasan-alasan mengapa kita seharusnya mengisi otak kita dengan pikiran-pikiran tentang Jesus Kristus (lihatlah di sini).

[Datenschutzhinweis : Mit diesen Links wirst du auf Seiten von  I’LL BE HONEST© weitergeleitet. Auf deren Datenschutzerklärung (Hier) wird daher ausdrücklich hingewiesen!]

Renungkanlah ringkasan oleh „Tim Kecil“

  1. Tidak ada alasan bagi kita untuk mengabaikan Firman Tuhan. Pikiran kita seharusnya dipenuhi dengan pikiran-pikiran tentang Kristus dan mintalah kepada Tuhan untuk memberikan pemahaman yang lebih besar akan Firman-Nya.

  2. Seringkali kita tidak mendapatkan apa-apa saat kita merenungkan Firman-Nya karena kita tidak berdoa/meminta kepada Tuhan, „… Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa.“ (Yakobus 4:2).

  3. Pikiran kita adalah medan pertempuran oleh karena itu pikiran kita harus tunduk kepada Tuhan dan dipenuhi oleh Firman-Nya. Dengan demikian, kita dapat memenangkan pertempuran tersebut.

  4. Jika kita mengisi pikiran kita dengan Firman-Nya (yang adalah kebenaran) sepanjang waktu, kebenaran Itu akan memengaruhi cara berpikir kita sebab kebenaran itu telah mengendalikan pikiran kita.

  5. Pikiran yang tersesat selalu tidak mau memikirkan tentang konsekuensi dosa, neraka ataupun penghakiman Tuhan sebaliknya pikiran yang telah diterangi oleh kebenaran akan memikirkan bagaimana menjalani hidup yang kudus dan benar sehingga dapat dipakai oleh Tuhan sebagai alat-Nya.

  6. Kekudusan mengandung realitas keterpisahan; orang percaya dipisahkan dari dunia yang rusak ini. Selama di dunia, mereka terus bergumul dengan hal ini oleh karenanya pikiran orang percaya harus selalu diarahkan kepada Kristus yang kudus adanya.

  7. Pikiran yang benar adalah pikiran yang digerakkan oleh kebenaran dari Firman Tuhan yang harus direnungkan sepanjang waktu. Jadi, mulailah dengan berdoa kepada Tuhan saat merenungkan Firman-Nya dan sekali lagi, tidak ada alasan sama sekali untuk tidak merenungkan Firman-Nya.

——-o——-

Über Jesaja 66:2

Kelompok Kristen Berbahasa Jerman di Indonesia dan di tempat-tempat yang lain
Dieser Beitrag wurde unter Bahasa Indonesia, Bibelstudium, Evangelium Jesu Christi, Nachfolge - Leben als Christ, Theologie - Lehre abgelegt und mit , , , , , , , , , verschlagwortet. Setze ein Lesezeichen auf den Permalink.